Situasi Tegang di Bandar Lampung: Seruan Kumpul di Rajabasa Picu Kekhawatiran Dugaan Serangan ke Universitas Malahayat

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Apr 2025 02:35 0 369 REDAKSI

Bandar Lampung, inspirasirakyat.id – Sebuah pesan berantai yang beredar luas melalui aplikasi WhatsApp sejak kemarin malam, Minggu (6/4/2025), sontak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Bandar Lampung, khususnya di sekitar Universitas Malahayati. Pesan yang disebarkan melalui grup bernama “Tim PAM Hari H Ekse…” itu menyerukan anggotanya untuk berkumpul di Terminal Rajabasa pagi ini, Senin (7/4/2025), pukul 07.00 WIB.

Pesan singkat yang dikirimkan oleh kontak bernama Wilsen tersebut hanya menginstruksikan kehadiran tanpa menjelaskan secara gamblang maksud dan tujuan pertemuan. Namun, gelombang informasi yang menyertainya menyebutkan bahwa mobilisasi massa ini diduga kuat terkait dengan rencana penyerangan terhadap Universitas Malahayati. Nama Rusli Bintang santer disebut-sebut sebagai sosok di balik penggerakan massa tersebut.

Di tengah atmosfer yang mulai mencekam, istri pertama Rusli Bintang, Rosnati Syech (lansia), mengambil langkah proaktif dengan mengirimkan surat resmi permohonan perlindungan hukum kepada pihak kepolisian pada hari Minggu (6/4/2025). Dalam suratnya, Rosnati mengungkapkan rasa ketakutannya akan potensi serangan dari ratusan orang yang ia sebut sebagai preman.

“Saya hanya ingin merasa aman. Saya khawatir atas keselamatan diri saya dan keluarga,” ungkap Rosnati kepada awak media melalui pesan singkat.

Langkah Rosnati ini menjadi perhatian publik, mengingat usianya yang rentan dan kekhawatiran mendalam yang ia rasakan terhadap situasi yang berkembang. Ia menjelaskan bahwa akar permasalahan ini sebenarnya berasal dari konflik internal keluarga yang belum menemukan titik terang.

“Keadaan ini seharusnya bisa kami selesaikan secara kekeluargaan. Kami sudah beberapa kali mengajak untuk duduk bersama dan berdialog, tapi ajakan itu selalu tidak pernah terlaksana,” tuturnya dengan nada prihatin. Rosnati menekankan bahwa kekerasan dan ancaman bukanlah solusi yang tepat, terutama dalam konteks hubungan keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait seruan kumpul dan dugaan rencana penyerangan tersebut. Namun, sumber internal Universitas Malahayati mengabarkan bahwa pihak kampus telah mengambil langkah antisipatif dengan menjalin komunikasi intensif dengan aparat keamanan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi di sekitar Terminal Rajabasa dan Universitas Malahayati pagi ini terpantau dalam kondisi siaga. Pihak berwenang diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bandar Lampung. Perkembangan terbaru dari situasi ini akan terus kami pantau dan laporkan. ( Red )

Related Posts: